Rabu, 01 Mei 2013

Tips Membuat Anak Lebih Pintar


Seperti kita sadari bahwa Kepintaran seseorang bisa merupakan anugerah terbesar dari maa pencipta alam semesta. Dibalik semuanya itu ternyata faktor yang mempengaruhi kepintaran seorang anak juga ditentukan oleh lingkungannya.
Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. Beberapacara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, Adalah sebagai berikut:




Menyingkirkan makanan siap saji
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.

Mengembangkan rasa ingin tahu
Para ahli mengatakan orang tua yang menunjukkan rasa ingin tahunya pada anak akan mendorong anak untuk mencari ide-ide baru, sehingga merangsang anak untuk berpikir. Mengajari anak keterampilan baru serta pendidikan di luar rumah juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu anak dan intelektualnya.

Budayakan membaca
Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. Cara ini bisa dimulai dengan sering membacakan anak dongeng sebelum tidur dan sering-seringlah memberikan anak hadiah buku yang bisa menarik perhatiannya.

Bermain permainan yang berpikir
Catur, teka-teki silang selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks. Untuk anak usia balita bisa diberikan mainan yg bersifat edukatif seperti menyusun balok-balok menjadi bangunan maupun bermain pazel.

Bermain musik
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.

Pemberian ASI
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.

Membiasakan berolahraga
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.

Mengajarkan kepercayaan diri
Orang tua sebaiknya meningkatkan semangat dan optimisme anak-anak. Berpartisipasi dalam tim olahraga atau kegiatan sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sang anak diantara teman-temannya.

Memberikan sarapan yang sehat
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah.


Tips Melakukan Konseling Remaja

http://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&docid=xnFJFYLDcDB8lM&tbnid=FCT0R4CZyYeofM:&ved=0CAcQjB0wADgo&url=http%3A%2F%2Fsumberdayapendidikan.blogspot.com%2F2012%2F10%2Fbagaiman-memecahkan-masalah-yang.html&ei=2QGBUcXSFsHIrQfn74GIAw&psig=AFQjCNFlR7XBS40gvX2eFsFu-fnPGZeLqw&ust=1367495513478606
Gambar Konseling remaja
Berbagai strategi dibawah ini diambil dari Journal of Counseling & Development 1999, Volume 77 yang ditulis oleh Fred J. Hanna, Constance A.Hanna, dan Susan G.Keys. Mereka menggunakan pendekatan teoritis cognitive behavioral, Gestalt, psikodinamika, dan terapi multicultural. Strategi mencakup 3 macam kategori: reaching, accepting, relating


 1.tawarkan makanan ringan –> icebreaker, karena remaja biasanya suka makan dan makanan akan membuat mereka nyaman, bahkan menurut Rubenstein (1996), makanan ringan dapat mempengaruhi “bibir untuk bicara”.

2.hindari penggunaan meja –> karena jika duduk berhadapan dengan menggunakan meja akan membuat remaja merasa dikontrol.

3.dengarkanlah musik mereka –> harus tahu musik apa saja yang sedang didengarkan atau menjadi favorit remaja. Dengarkan bersama, karena pilihan musik (genre, penyanyinya, liriknya) akan berguna sebagai petunjuk.

 4.hindari suasana kantor –> terkadang remaja merasa terintimidasi jika harus masuk ke kantor. Lakukan konseling di taman sekolah, kantin, atau tempat lain yang akan menyamankan remaja. Tetapi ingat, pemilihan tempat selain harus memberikan kenyamanan bagi remaja juga harus melalui izin orang tua atau pihak sekolah.

5.tulus & rendah hati –> dua hal tersebut memberikan efek positif bagi remaja, dan dua hal tersebut harus dipelajari dengan baik oleh guru, karena remaja dapat dengan mudah melihat kepalsuan dalam sekejap (Rubenstein, 1996)

6.perlihatkan penghargaan/ menghargai mereka –> walaupun mereka dalam keadaan marah, kesal, dan kecewa, janganlah menghakimi atau menyalahkan sikap mereka.

7.beri sedikit humor –> tertawa akan memberikan suasana yang santai dan menyenangkan, biasanya remaja lebih percaya dengan orang yang dapat membuatnya tertawa (Bernstein, 1996)

8.beri penjelasan tentang konseling –> jelaskan bahwa konseling dapat membuat mereka lebih gembira dan merasa lebih baik

9.jauhi kesan otoriter –> jika anda (guru) masih terlihat seperti seorang pemegang kuasa, maka konseling tidak akan pernah dapat berjalan 

10.jangan memperlihatkan keahlian anda sebagai konselor sebelum hubungan anda-remaja stabil –> setelah hubungan berjalan baik, baru masuki sesi konselingnya

11.jangan perlihatkan ketidak sukaan anda pada sesuatu yang dekat dengan kehidupan remaja –> contohnya, anda tidak suka dengan PUNK, jangan perlihatkan ketidak sukaan anda tersebut

12.jangan berlama-lama –> remaja malas duduk & mendengarkan terlalu lama, lebih baik menjadwalkan bertemu dengan mereka beberapa kali dengan durasi waktu yang singkat.


dikutip dari : SHRahmawati
Ada kesalahan di dalam gadget ini