Rabu, 23 Mei 2012

APLIKASI MODEL INVESTIGASI KELOMPOK DI DALAM BIMBIUNGAN DAN KONSELING



APLIKASI MODEL INVESTIGASI KELOMPOK
DI DALAM
BIMBINGAN DAN KONSELING
 .
A.    Latar Belakang
Pembelajaran adalah sebuah proses guru membelajarkan siswa yang diharapkan ada kegiatan belajar pada diri siswa. Hal ini yang menjadi dasar bagi guru agar dapat menciptakan sebuah perencanaan pembelajaran sebagai usaha mengembangkan kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Oleh karena itu, terciptalah metode-metode pembelajaran yang menjadi salah satu langkah guru menciptakan suatu kegiatan pembelajaran yang bermakna yang dapat menimbulkan kegiatan belajar pada diri siswa. Tetapi dari sebagian besar guru belum paham secara penuh pentingnya penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran sehingga masih jarang guru menggunakan variasi metode dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang menempatkan guru sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan masih banyak kita jumpai. Pengguna variasi setrategi dan metode pembelajaran juga masih jarang digunakan.
Dengan cara ini seolah-seolah siswa sebagai botol kosong pasif yang siap diisi ilmu pengetahuan oleh sang guru, apapun atau bagaimanapun kondisinya. Hasil yang dicapai melalui proses ini menjadikan siswa kurang kreatif dan kurang bisa mengembangkan diri serta sukar untuk mengaplikasikan apa yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Belajar juga kurang bermakna karena jauh dari apa yang dihadapi siswa setiap hari. Oleh karena itu, dalam laporan ini dijelaskan sebuah model pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam mengembangkan model pembelajaran dengan kajian teori tentang “Model Investigasi Kelompok“.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa yang di maksud dengan pembelajaran kooperatif secara luas, yaitu mencakup ciri, tujuan, dan pelaksanaan pembelajaran !
2.      Apa saja fase-fase (langkah) model pembelajaran kooperatif dan pendekatan pembelajaran kooperatif serta perbandingannya !
3.      Apa yang di maksud dengan pembelajaran kooperatif model investigasi kelompok (Group Investigation) secara luas, yaitu mencakup ciri, tujuan, pelaksanaan pembelajaran, langkah-langkah, dan faktor-faktor yang mempengaruhi model pembelajran investigasi kelompok ! .
C.    Tujuan
Untuk menambah wawasan para pembaca, khususnya para mahasiswa/i jurusan keguruan Universitas Sebelas Maret, agar nantinya dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa dan materi pembelajarannya.

D.    Pendekatan Pada Model Pembelajaran Investigasi Kelompok
Pengertian Pembelajaran Model Investigasi Kelompok (Group Investigation) Investigasi atau penyelidikan merupakan kegiatan pembelajran yang memberikan kemungkinan siswa untuk mengembangkan pemahaman siswa melalaui berbagai kegiatan dan hasil benar sesuai pengembangan yang dilalui siswa. Kegiatan belajarnya diawali dengan pemecahan soal-soal atau masalah-masalah yang diberikan oleh guru sedangkan kegiatan belajar selanjutnya cenderung terbuka, artinya tidak terstuktur secara ketat oleh guru, yang dalam pelaksanaannya mengacu pada berbagai teori investigasi.
Pada investigasi, siswa belajar secara bebas, individual atau kelompok. Guru hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator yaang memberikan dorongan siswa untuk dapat menungkapkan pendapat atau menuangkan pemikiran mereka serta menggunakan pengetahuan awal mereka dalam memahami situasi baru. Guru juga berperan dalam mendorong siswa untuk dapat meperbaiki hasil mereka sendiri maupun hasil kelompoknya. Kadang mereka memang memerlukan orang lain, termasuk guru untuk dapat menggali pengetahuan yang diperlukan, misalnya melalui pengembangan pertanyaan- pertanyaan yang lebih terarah, detail atau rinci.
Dengan demikian guru harus menjaga suasana agar investigasi tidak berhenti di tengah jalan.
Dapat disimpulkan, bahwa investigasi ialah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang, dan selanjutnya orang tersebut mengkomunikasikan hasil perolehannya, dapat membandingkannya dengan perolehan orang lain, karena dalam suatu investigasi dpat diperoleh satu atau lebih hasil. Sedangkan investigasi kelompok ialah setrategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik.

E.     Ciri-Ciri Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Para siswa bekerja dalam kelompok- kelompok kecil dan memiliki independensi terhadap guru. Penelitian (inquiry), penelitian di sini ialah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah. Pengetahuan (knowledge), pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dinamika belajar kelompok (the dynamic of the learning group), menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melalui proses saling berargumentasi.
F.     Tujuan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills) dan melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri.
G.    Pelaksanaan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Seleksi topik Pengorganisasia n kelompok, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang anggotanya heterogen. Tahap identifikasi topik, dimana siswa menentukan subtopik dari sebuah wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan dulu oleh guru.
1.      Perencanaan kelompok
Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah di pilih.
2.      Pelaksanaan investigasi
Para siswa melaksanakan rencana yang telah di rumuskan sebelumnya.
3.      Penyajian laporan
Siswa membuat laporan kerja kelompok dan dipersentasikan didepan kelas.
4.      Langkah-Langkah Dalam Implementasi Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)
a)      Siswa dihadapkan pada situasi yang problematis.
b)      Siswa melakukan eksplorasi sebagai respon terhadap situasi yang problematis itu.
c)      Siswa dalam kelompok mengatur pembagian tugas dan merumuskan tujuan bersama.
d)     Siswa melakukan kegiatan individual dan kelompok.
e)      Siswa dalam kelompoknya mengkaji apakah situasi problematis yang dihadapi telah dapat dicairkan solusinya.
f)       Secara kelompok atau individual siswa melakukan recycle aktivities (tindakan pengulangan).
H.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Group Investigation)
1.      Pembelajaran berpusat pada siswa.
2.      Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerja sama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang.
3.      Siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi.
4.      Adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran.

I.       Penerapan Dalam Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa investigasi adalah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang, dan selanjutnya orang tersebut mengutarakan hasil dari penyelidikan tersebut, kemudian membandingkannya dengan hasil yang didapat orang lain, karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih hasil.
Oleh karena itu dapat dilihat bahwa dari segi bentuk Investigasi Kelompok ada kemiripan dengan model Bimbingan dan Konseling Kelompok, jadi aplikasi model pembelajaran investigasi kelompok di dalam Bimbingan dan Konseling bisa diterapkan dalam pelaksanaan konseling kelompok. Untuk pelaksanaannya model investigasi kelompok hampir sama dengan metode bimbingan kelompok dalam bimbingan dan konseling. Di dalam model ini terdapat tiga konsep utama, yaitu penelitian atau inquiry, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika belajar kelompok atau the dynamics of the learning group.
Di dalam kelas yang menerapkan model Investigasi kelompok itu sendiri, pengajar lebih berperan sebagai konselor, konsultan dan pemberi kritik yang bersahabat. Dalam kerangka ini pengajar seyogyanya membimbing dan mengarahkan kelompok melalui tiga tahap:
a.       Tahap pemecahan masalah
b.      Tahap pengelolaan kelas
c.       Tahap pemaknaan secara perseorangan
Tahap pemecahan masalah berkenaan dengan proses menjawab pertanyaan, apa yang menjadi hakikat masalah, dan apa yang menjadi fokus masalah. Tahap pengelolaan kelas berkenaan proses menjawab pertanyaan,informasi apa saja yang diperlukan, bagaimana mengorganisasikan kelompok untuk memperoleh informasi itu. Sedangkan tahap pemaknaan perseorangan berkenaan dengan proses pengkajian bagaimana kelompok menghayati kesimpulan yang dibuatnya, dan apa yang membedakan seseorang sebagai hasil mengikuti proses tersebut.
Dari situ dapat kita lihat bahwa secara tidak langsung di dalam pelaksanaan investigasi kelompok itu sendiri sudah terjadi proses bimbingan atau konseling kelompok. Dimana di dalam bimbingan atau konseling kelompok ini konseli dituntut untuk lebih aktif dalam pemecahan masalah dan konselor hanya berperan sebagai fasilitator guna membimbing dan mengarahkan konseli untuk mencapai tujuan dari diadakannya konseling. Selain itu dari masing-masing konseli bisa saling bertukar pengalaman untuk memecahkan masalah. Jadi diharapkan semua konseli bisa saling terbuka untuk mengutarakan apa yang dialaminya, dirasakannya, dan apa yang ada dibenaknya serta mengeluarkan pendapatnya, seperti halnya yang terjadi pada Investigasi Kelompok.

J.      KESIMPULAN
Pembelajaran ialah sebuah proses guru membelajarkan siswa yang diharapkan ada kegiatan belajar pada diri siswa. Hal ini yang menjadi dasar bagi guru agar dapat menciptakan sebuah perenacanaan pembelajaran sebagai usaha mengembangkan kegiatan pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Model investigasi kelompok sering dipandang sebagai model yang paling kompleks dan paling sulit dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Model ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Model ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok. Melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat muali dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran. .

DAFTAR PUSTAKA
Abeefatihazzuri. 2010. Model Pembelajaran Investigasi. (Online). http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/1964875-model-pembelajaran- investigasi/. (diakses 17 maret 2012).
Aunurrahman. 2009. Belajar dan Pembelajaran . Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, Joko. 2001. Penguasaan Konsep dan Prinsip serta kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Geometri Melalui Model Pembelajaran Investigasi Kelompok (Studi Eksperimen di SLTP Negeri 4 Kodya Bandar Lampung) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan.. sedikit kritik dan saran nya...

Ada kesalahan di dalam gadget ini